Sikap Bahasa Mahasiswa Multikultural di Universitas Tanjungpura terhadap Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, dan Bahasa Inggris
Main Article Content
Abstract
Penelitian mengungkap sikap bahasa mahasiswa multikultural di Universitas Tanjungpura terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris. Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan bantuan intrumen penelitian berupa kuesioner. Sample dalam penelitian ini menyasar mahasiswa multikultural dan multilingual. Penelitian ini berhasil mengungkap sikap terhadap bahasa Indonesia yang dihargai tinggi sebagai simbol persatuan nasional dan digunakan secara luas dalam konteks formal, sementara bahasa ibu memiliki keterikatan emosional yang kuat meskipun penggunaannya lebih terbatas pada komunikasi personal. Bahasa Inggris dipandang sebagai alat penting untuk akses global, terutama dalam kesempatan akademik dan profesional, tetapi memiliki ikatan emosional yang lebih rendah. Di sisi lain, bahasa Melayu Pontianak dihormati di masyarakat lokal namun memiliki keterbatasan daya tarik di kalangan mahasiswa multikultural. Keseluruhan data ini menunjukkan bahwa setiap bahasa memiliki peran unik dalam identitas dan peluang sosial mahasiswa