Tpack Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Mengukur Persepsi Siswa di Sekolah Menengah Pertama Pedesaan
Main Article Content
Abstract
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi di sekolah pedesaan masih tertinggal dibandingkan sekolah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persepsi siswa mengenai tujuan, manfaat, dan tantangan penerapan TPACK dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP pedesaan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 140 siswa SMP kelas 9 di kawasan pedesaan Jawa Tengah. Data penelitian bersifat kuantitatif dan kualitatif yang dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan FGD. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan tujuan penerapan TPACK dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah untuk menyajikan materi dan mengakses tambahan materi, serta membuat tugas. Device yang paling dominan digunakan adalah LCD untuk menyajikan materi dan smartphone untuk mengakses barcode dalam buku teks. Selain itu, smartphone juga digunakan untuk mengirim tugas-tugas. Manfaat yang dirasakan siswa berkenaan dengan penerapan TPACK dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah memperjelas dan mempermudah pemahaman materi, pembelajaran lebih menarik, serta membantu pembuatan tugas. Aplikasi yang sering dimanfaatkan siswa adalah WhatsAp sebagai media komunikasi kelas, Youtube dalam rangka akses materi, Capcut untuk membuat video. Tantangan yang dihadapi siswa berkaitan dengan penerapan TPCK dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah terbatasnya fasilitas teknologi, koneksi internet sekolah, dan kapasitas memori smartphone mereka. Efek terbatasnya faslitas teknologi adalah minimnya penggunaan alat bantu LCD dalam pembelajaran. Efek terbatasnya akses internet adalah chromebook tidak dapat digunakan. Terbatasnya memori smartphone berefek barcode reader dalam buku teks tidak bisa diakses sehingga materi tambahan yang berbasis digital tidak diperoleh Tantangan lain adalah tidak semua siswa memiliki smartphone. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi sudah dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP pedesaan meskipun pada taraf minimal.