Klinik Literasi: Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis di Era digital
Main Article Content
Abstract
Kemampuan presentasi ilmiah merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa dalam menyampaikan gagasan akademik secara terstruktur, kredibel, dan komunikatif. Namun, banyak mahasiswa masih menghadapi kesulitan dalam aspek ini, terutama dalam hal struktur isi, penggunaan bahasa akademik, penguasaan media presentasi, serta kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas strategi komunikasi pedagogis berbasis kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi presentasi ilmiah mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang diterapkan pada mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kabupaten Garut. Partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling, dan data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara dosen dan mahasiswa, serta tes prates dan pascates presentasi ilmiah. Instrumen yang digunakan mencakup panduan observasi, rubrik penilaian presentasi, serta pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kompetensi presentasi ilmiah mahasiswa setelah penerapan strategi pembelajaran kolaboratif. Rata-rata nilai prates sebesar 65,52 meningkat menjadi 82,27 pada pascates, dengan kategori peningkatan tinggi pada aspek struktur isi dan bahasa akademik, serta sangat tinggi pada aspek penggunaan media dan kontak visual & kepercayaan diri. Observasi dan wawancara mengungkap bahwa interaksi kelompok, umpan balik sejawat, serta keterlibatan aktif dalam diskusi menjadi faktor kunci dalam proses penguatan kompetensi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi strategi komunikasi pedagogis dengan pembelajaran kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada kerja kelompok, tetapi juga menekankan refleksi kritis dan peer feedback sebagai mekanisme transformatif dalam konteks presentasi ilmiah mahasiswa di daerah. Kesimpulannya, strategi komunikasi pedagogis berbasis kolaborasi efektif dalam membangun keterampilan presentasi ilmiah mahasiswa secara komprehensif, baik dari segi kognitif, afektif, maupun sosial. Penelitian ini merekomendasikan integrasi strategi ini dalam kurikulum pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke- 21.