Klinik Literasi: Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis di Era digital
Main Article Content
Abstract
Literasi menjadi fondasi penting dalam pengembangan keterampilan akademik dan kehidupan siswa, terutama di era digital yang penuh informasi. Namun, rendahnya minat baca dan kemampuan menulis siswa Sekolah Dasar (SD) menjadi tantangan serius dalam penguatan literasi dasar. Meskipun program seperti Gerakan Literasi Sekolah telah dilaksanakan, belum ada penelitian yang secara spesifik mengevaluasi efektivitas Klinik Literasi dalam konteks digital di tingkat SD, terutama di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan Klinik Literasi dan pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan membaca dan menulis siswa di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel, dilaksanakan dari Juli-September 2024 di 6 SD di Kabupaten Sukoharjo. Populasi mencakup seluruh guru, kepala sekolah, dan siswa yang terlibat dalam Klinik Literasi, dengan sampel terdiri dari 6 kepala sekolah, 12 guru, dan 30 siswa dari kelas IV–VI. Instrumen penelitian meliputi wawancara, observasi, dan analisis dokumen nilai rapor, yang telah diuji validitas isi dan reliabilitas interrater (0,89). Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa Klinik Literasi melalui Pojok Baca, Rumah Baca, dan Sentra Literasi mampu meningkatkan minat dan kemampuan literasi siswa secara signifikan. Peningkatan capaian literasi tertinggi terjadi di SDN JH 1 (42,86%) dan terendah di SDN GN 1 (7,78%). Secara keseluruhan, Klinik Literasi terbukti efektif, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas dan keterlibatan stakeholder.