Model Pembelajaran Naratif Cerita Rakyat Suku Dayak Tamambaloh Berbasis Deep Learning Sebagai Media Penguatan Literasi Bahasa Indonesia

Main Article Content

Yudita Susanti
Muhammad Rohmadi
Raheni Suhita
Edy Suryanto

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas model pembelajaran naratif berbasis cerita rakyat Isantuk  Paingko Arung dari suku Dayak Tamambaloh sebagai media penguatan literasi Bahasa  Indonesia dalam konteks pembelajaran yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal.  Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu  observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian siswa kelas kelas XI SMAS Panca  Seta Sintang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi cerita rakyat suku Dayak  Tamambaloh dalam pembelajaran literasi mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam  memahami struktur teks naratif, memperluas kosakata, serta mengembangkan keterampilan  berpikir kritis dan ekspresi naratif. Implementasi cerita rakyat Isantuk Paingko Arung memperkuat dimensi afektif dan kultural siswa, membangun kedekatan emosional dengan  materi ajar, serta menumbuhkan kesadaran terhadap nilai nilai budaya dan moral yang  terkandung dalam cerita. Dalam kerangka pembelajaran mendalam (deep learning), cerita  rakyat berfungsi sebagai bahan bacaan, sarana reflektif dan transformatif yang mampu  menghubungkan pengetahuan linguistik dengan realitas sosial. Pembelajaran yang berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan literasi bahasa Indonesia yang bermakna  dan berorientasi karakter. Oleh karena itu, pemanfaatan cerita rakyat Isantuk Paingko Arung merupakan strategi pedagogis yang relevan untuk pelestarian budaya lokal sekaligus  peningkatan kualitas pembelajaran literasi bahasa Indonesia di sekolah.

Article Details

Section
Articles