Integrasi Fonologi Bahasa Daerah Dalam Kurikulum Pbsi: Upaya Pelestarian dan Pembelajaran Berbasis Lokalitas

Main Article Content

Yunus Sulistyono
Eli Marlina Harahap

Abstract

Fonologi sebagai cabang linguistik memiliki peran strategis dalam mendokumentasikan dan memahami sistem bunyi bahasa-bahasa daerah yang merupakan warisan budaya takbenda Nusantara. Sayangnya, dalam kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), pengajaran fonologi masih terbatas pada fokus terhadap bahasa Indonesia, sementara potensi kekayaan fonologis dari ratusan bahasa daerah belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber belajar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji urgensi dan strategi integrasi fonologi bahasa daerah dalam kurikulum PBSI sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa lokal dan pembelajaran berbasis lokalitas. Kajian ini didasarkan pada pendekatan studi pustaka dan refleksi pengalaman penelitian penulis terhadap sejumlah bahasa daerah di kawasan timur Indonesia, khususnya bahasa-bahasa di Sumatera Utara, Kepulauan Jawa, Flores, Alor-Pantar, dan Timor. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi materi fonologi bahasa daerah tidak hanya memperkaya kompetensi linguistik mahasiswa PBSI, tetapi juga mendukung penguatan identitas budaya dan peran akademik mahasiswa sebagai pelestari bahasa ibu. Artikel ini merekomendasikan pengembangan bahan ajar berbasis data lapangan, pelatihan dosen dalam fonologi daerah, serta kebijakan kurikulum yang memberi ruang lebih luas bagi studi multikulturalisme, multilingualisme, dan dokumentasi bahasa-bahasa daerah dalam pendidikan tinggi kebahasaan di Indonesia.

Article Details

Section
Articles