Kajian Gastrolinguistik Kuliner Kota Solo Dalam Bahan Ajar Interaktif Untuk Mahasiswa Bipa di Monash University, Australia

Main Article Content

Kundharu Saddhono
Ani Rakhmawati
Muhammad Rohmadi
Raqib Chowdhury

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek gastrolinguistik dalam kuliner khas Kota Solo serta mengintegrasikannya ke dalam pengembangan bahan ajar interaktif bagi pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Monash University, Australia. Kajian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan menggunakan metode studi kasus untuk mengungkap keterkaitan antara bahasa, makanan, dan budaya lokal. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi unsur-unsur kebahasaan serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam wacana kuliner Solo, seperti nama makanan, cara penyajian, serta narasi-narasi tradisional yang menyertainya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kuliner Solo tidak hanya berfungsi sebagai objek konsumsi, tetapi juga mengandung muatan sosial-budaya yang kaya. Bahasa yang digunakan dalam menyebut makanan, teknik memasak, dan interaksi saat menyantap makanan mengandung simbol dan nilai yang merefleksikan identitas lokal. Unsur- unsur ini sangat potensial untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran BIPA secara kontekstual dan bermakna, khususnya dalam pengajaran lintas budaya bagi mahasiswa asing. Dengan mengangkat kuliner sebagai medium pembelajaran, mahasiswa BIPA tidak hanya belajar struktur dan kosakata bahasa Indonesia, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya, norma sosial, dan praktik kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan gastrolinguistik dalam merancang bahan ajar interaktif yang tidak hanya komunikatif secara linguistik, tetapi juga relevan secara budaya. Dengan mengintegrasikan aspek bahasa dan kuliner khas dalam bahan ajar, proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan autentik. Rekomendasi penelitian ini adalah pengembangan platform pembelajaran berbasis digital yang mengangkat tema kuliner Indonesia sebagai sarana diplomasi budaya dan internasionalisasi bahasa Indonesia.

Article Details

Section
Articles