BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BERBASIS BUDAYA INDUSTRI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA SMK
Main Article Content
Abstract
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menghadapi tantangan karena sebagian besar bahan ajar yang digunakan bersifat umum jarang mengakomodasi karakteristik kebutuhan dunia kerja. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran menulis kurang kontekstual sehingga motivasi kemampuan siswa dalam menghasilkan berbagai teks vokasional kurang berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis budaya industri dirancang untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa SMK
sekaligus memperkuat kesiapan dalam menghadapi lingkungan kerja yang menuntut kemampuan komunikasi tertulis secara profesional. Penelitian menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model ADDIE yang meliputi analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Proses validasi melibatkan ahli
materi, ahli media pembelajaran, dan praktisi industri, sedangkan implementasi dilakukan bersama guru Bahasa Indonesia dan satu rombongan belajar siswa kelas XI SMK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, angket, dokumentasi, dan tes keterampilan menulis. Seluruh data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk menilai kelayakan, kepraktisan, keefektifan produk yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang terdiri atas lima unit pembelajaran menulis teks fungsional berorientasi dunia kerja memperoleh skor validasi rata-rata 3,62 dari skala 4 sehingga termasuk kategori sangat layak. Implementasi produk memperlihatkan keterlaksanaan pembelajaran sebesar 91%, sedangkan respons positif diberikan oleh siswa sebesar 88% dan guru sebesar 90%, menunjukkan kepraktisan yang sangat tinggi. Dari aspek efektivitas, terjadi peningkatan kemampuan menulis, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 62,5 pada tahap prates menjadi 83,4 pada tahap pascates dengan nilai N-gain sebesar 0,72 yang berada pada kategori tinggi. Temuan mengindikasikanbahwa pengintegrasian nilai-nilai budaya industri ke dalam bahan ajar mampu menciptakan pembelajaran menulis yang lebih autentik, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasional. Dengan
demikian, bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis budaya industri dinyatakan layak, praktis, dan efektif sebagai alternatif sumber belajar untuk meningkatkan keterampilan menulis sekaligus memperkuat kesiapan lulusan SMK memasuki dunia kerja.