PENGUATAN LITERASI GURU SD DAN SMP MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BANJAR DI KALIMANTAN SELATAN

Main Article Content

Akhmad Humaidi
Novia Winda
Alimmudin A Djawad

Abstract

Literasi atau kemampuan memahami merupakan keterampilan dasar yang wajib dimilliki oleh generasi muda untuk menghadapi banjir informasi di era digital saat ini. Meskipun demikian, kemampuan literasi Indonesia masih belum memuaskan. Berdasarkan skor PISA tahun 2022, Indonesia hanya mampu menduduki peringkat 63 dari 81 negara. Integrasi kearifan lokal pada pembelajaran literasi dapat membantu meningkatkan kompetensi guru karena sifatnya yang kontestual sehingga lebih mudah dipahami. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas integrasi kearifan lokal pada pembelajaran literasi pada guru SD di KKG Kecamatan Jejangkit di Kabupaten Barito Kuala dan guru SMP di MGMP Matematika SMP Kabupaten Banjar. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan model One-Group Pretest-Posttest Design yang melihat perbedaan antara pretest dan posttest pada kelompok subjek yang sama.
Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok yang berbeda, yaitu Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala dengan peserta berjumlah 15 orang dan MGMP Matematika SMP Kabupaten Banjar yang berjumlah 20 peserta. Perhitungan menggunakan statistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan sebesar 12,14% dari kondisi awal 69,73 menjadi 81,87 pada KKG Kecamatan Jejangkit dan peningkatan sebesar 13,5 dari kondisi awal 65,48 menjadi 78,97 pada MGMP SMP Kabupaten Banjar. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal berhasil meningkatkan kompetensi literasi guru. 

Article Details

Section
Articles