PENGARUH MINAT BACA DAN KOLABORASI GURU LINTAS MATA PELAJARAN TERHADAP PEMAHAMAN TEKS PROSEDURAL SISWA SMK MUHAMMADIYAH 1 PALU
Main Article Content
Abstract
Pendidikan vokasional tidak hanya menuntut peserta didik menguasai keterampilan praktik, tetapi juga memiliki kemampuan memahami berbagai dokumen teknis yang digunakan dalam dunia kerja. Salah satu bentuk literasi yang
penting bagi siswa SMK Muhammadiyah 1 Palu adalah kemampuan memahami teks prosedural yang terdapat pada manual servis, standar operasional prosedur (SOP), maupun petunjuk teknis perawatan kendaraan. Kemampuan tersebut
dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri peserta didik maupun dari lingkungan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Minat Baca (X₁) dan Kolaborasi Guru Lintas Pelajaran (X₂) terhadap Pemahaman Teks Prosedural (Y) pada siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Populasi penelitian berjumlah 31 siswa dan seluruh anggota populasi dijadikan responden melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert untuk mengukur minat baca dan persepsi siswa terhadap kolaborasi guru lintas pelajaran, sedangkan kemampuan memahami teks prosedural diukur menggunakan tes objektif berbasis dokumen teknis kejuruan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat baca berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemahaman teks prosedural (t = 3,124; p = 0,004). Kolaborasi guru lintas pelajaran juga memberikan pengaruh positif dan signifikan (t = 3,818; p = 0,001). Secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap pemahaman teks prosedural (F = 18,412; p < 0,001) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,568. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan memahami dokumen teknis pada siswa TBSM dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal berupa minat membaca serta faktor eksternal berupa kualitas pembelajaran yang terintegrasi antara mata pelajaran Bahasa Indonesia dan mata pelajaran produktif kejuruan.