PERSEPSI CALON GURU TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBANTUAN KECERDASAN BUATAN (AI): KAJIAN TAM–UTAUT–TPACK

Main Article Content

Andi Halimah
Hamsiah Djafar

Abstract

Pesatnya penyebaran kecerdasan buatan generatif (generative artificial intelligence atau AI) dalam pendidikan tinggi telah melampaui pemahaman empiris mengenai bagaimana calon guru sekolah dasar memandang integrasi teknologi tersebut ke dalam pembelajaran yang bersifat spesifik pada suatu mata pelajaran. Meskipun penelitian mengenai penerimaan teknologi dalam bidang pendidikan berkembang secara signifikan, kajian yang secara khusus menelaah
pembelajaran Bahasa Indonesia pada program pendidikan guru, sekaligus mengintegrasikan konstruk penerimaan teknologi, kompetensi pedagogis, dan aspek etika dalam satu kerangka konseptual, masih sangat terbatas. Penelitian ini
bertujuan mendeskripsikan persepsi mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) terhadap transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) dan kecerdasan buatan (AI). Penelitian
menggunakan desain survei deskriptif kuantitatif. Sebanyak 64 mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pembelajaran Bahasa Indonesia berpartisipasi sebagai responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket berisi 45 butir pernyataan dengan skala Likert lima tingkat yang mengukur sembilan dimensi, yaitu kemudahan penggunaan yang dirasakan (perceived ease of use), kemanfaatan yang dirasakan (perceived usefulness), efektivitas pembelajaran, motivasi belajar, kreativitas, kesiapan menggunakan AI, penggunaan AI secara etis, kepercayaan terhadap AI, dan intensi perilaku untuk menggunakan AI. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata (mean), simpangan baku (standard deviation), serta distribusi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sembilan dimensi berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Dimensi efektivitas pembelajaran memperoleh nilai rata-rata tertinggi (M = 4,30), diikuti oleh penggunaan AI secara etis (M = 4,28), kesiapan menggunakan AI (M = 4,24), kreativitas (M = 4,21), dan intensi perilaku (M = 4,20). Sementara itu, kepercayaan terhadap AI memperoleh nilai rata-rata terendah, meskipun masih berada pada kategori tinggi (M = 3,80). Temuan ini menunjukkan bahwa calon guru memandang AI sebagai teknologi yang mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus mendukung pengembangan kompetensi pedagogis dan literasi digital. Penelitian ini mengintegrasikan Technology Acceptance Model (TAM), Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), AI Literacy, Technological Pedagogical Content Knowledge
(TPACK), serta DigCompEdu, dan memberikan rekomendasi bagi pengembangan kurikulum pendidikan guru yang mengintegrasikan pemanfaatan AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. 

Article Details

Section
Articles