Resilensi Tuturan Dengan Indikasi disartria Pada Keluarga Tidak Utuh: Perspektif Psikolinguistik
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek resiliensi berdasarkan curah verbal anak dengan indikasi disartria yang hidup dalam lingkungan keluarga tidak utuh. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif jenis studi kasus. Data penelitian berupa tuturan verbal berkaitan dengan proses ketahanan individu terhadap suatu permasalahan (resiliensi). Sumber data dalam penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data antara lain data primer mencakup anak korban perceraian orang tua dan pihak lain selaku orang terdekat subjek penelitian dengan indikasi korban perceraian orang tua. Anak korban perceraian orang tua dalam penelitian ini merupakan seorang peserta didik yang masih menempuh pendidikan di sekolah dasar sementara pihak lain selaku data sekunder dalam penelitian ini merupakan kerabat dari anak yang masih juga menempuh pendidikan di sekolah dasar. Analisis data kedua subjek penelitian berpatokan pada teori resiliensi yang dicetuskan Reivich dan Shatte yang mencakup tujuh aspek resiliensi, yang terdiri atas; regulasi emosi, empati, reaching out, pengendalian impuls, efikasi diri, optimisme, dan analisis penyebab masalah. Permasalahan hidup yang tengah dialami adalah perceraian orang tua. Kendatipun, latar belakang pemicu perceraian orang tuanya berbeda, yaitu data pertama karena pertengkaran atau perselisihan yang terus-menurus dan data kedua karena permasalahan ekonomi keluarga. Selain itu, kemampuan anak bertahan dengan kondisi keluarga yang tidak utuh hasilnya menunjukkan data pertama anak cenderung menerima dan membiarkan apa yang terjadi dengan kondisi keluarganya sementara data kedua yang dideksripsikan orang terdekat anak menunjukkan bahwa anak dengan kondisi keluarga yang tidak utuh cenderung teralihkan dengan dorongan positif dan dukungan dari orang terdekatnya sehingga anak seakan menerima kondisinya tersebut.