KONSTRUKSI SENSITIVITAS SOSIAL MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI PERGURUAN TINGGI
Main Article Content
Abstract
Salah satu fungsi pembelajaran sastra di perguruan tinggi adalah membentuk kepekaan mahasiswa terhadap realitas sosial. Namun, praktik pembelajaran sastra sering kali masih berorientasi pada aspek tekstual sehingga dimensi
reflektif dan sosial belum memperoleh perhatian optimal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konstruksi sensitivitas sosial mahasiswa dalam pembelajaran sastra di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan kualitatif
deskriptif dengan subjek mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia yang mengikuti mata kuliah teori sastra. Data diperoleh melalui observasi proses pembelajaran, wawancara mendalam, dokumentasi, serta analisis jurnal
refleksi mahasiswa terhadap karya sastra bertema sosial dan kemanusiaan. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui pembacaan karya sastra, diskusi interpretatif, refleksi kontekstual, dan respons kritis terhadap isu sosial yang
direpresentasikan dalam teks. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan empat bentuk konstruksi sensitivitas sosial mahasiswa yaitu (1) penguatan empati, (2) peningkatan kesadaran terhadap persoalan sosial, (3) pengembangan kemampuan memahami keberagaman perspektif, dan (4) tumbuhnya refleksi kritis terhadap realitas sosial. Pembelajaran sastra menjadi ruang reflektif yang mendorong mahasiswa untuk memahami empati, keberagaman perspektif, dan persoalan sosial secara lebih kontekstual. Dengan demikian, pembelajaran sastra memiliki kontribusi dalam membangun sensitivitas sosial mahasiswa sebagai bagian dari pembentukan karakter akademik dan kemanusiaan di perguruan tinggi.