KEBUTUHAN BAHAN AJAR DIGITAL MENULIS TEKS DESKRIPSI BERANCANGAN CONTENT AND LANGUAGE INTEGRATED LEARNING (CLIL) BERMUATAN KEARIFAN LOKAL

Main Article Content

Anzar
Isah Cahyani
Khaerudin Kurniawan

Abstract

Pengembangan bahan ajar memerlukan landasan empiris mengenai kebutuhan penggunanya. Artikel ini melaporkan tahap pendefinisian (define) dari penelitian pengembangan model 4D untuk bahan ajar digital menulis teks deskripsi berancangan Content and Language Integrated Learning (CLIL) bermuatan kearifan lokal Sulawesi Selatan. Data dihimpun melalui wawancara semiterstruktur terhadap tiga guru bahasa Indonesia dan angket berskala Likert terhadap 72 peserta didik kelas VII di Kabupaten Maros dan Kota Makassar. Wawancara menunjukkan bahwa buku teks dan LKPD yang beredar belum memuat objek kearifan lokal Sulawesi Selatan secara sistematis, sementara dua dari tiga guru telah memakai media digital namun belum memiliki bahan ajar yang dapat digunakan oleh peserta didik secara mandiri. Angket memperlihatkan
kesenjangan yang tajam, hanya 48,6% peserta didik mengaku mengetahui struktur teks deskripsi dan 38,9% menilai bahan ajar yang ada mudah dipahami, sedangkan 91,7% membutuhkan bahan ajar digital, 88,9% berminat pada konten budaya daerah, dan 95,8% menghendaki pembelajaran menulis yang terhubung dengan keseharian mereka. Kesenjangan antara rendahnya penguasaan dan tingginya minat inilah yang menjadi dasar perancangan bahan ajar pada tahap berikutnya. 

Article Details

Section
Articles