INTEGRASI KULINER LAMONGAN DALAM PEMBELAJARAN BIPA BAGI MAHASISWA INTERNASIONAL DI UNIVERSITAS ISLAM DARUL ‘ULUM LAMONGAN

Main Article Content

Bisarul Ihsan
Hendrik Furqon
Iib Marzuqi
Rodli

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek kebahasaan, tetapi juga pada pengenalan budaya Indonesia sebagai bagian dari pembentukan kompetensi komunikasi antarbudaya. Salah satu potensi budaya lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran adalah kuliner tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi kuliner Lamongan dalam desain pembelajaran BIPA, mengkaji implementasinya dalam proses pembelajaran, serta merumuskan model integrasi kuliner sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa internasional di Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi pengajar BIPA dan mahasiswa internasional yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kuliner Lamongan telah dirancang secara sistematis sejak tahap perencanaan pembelajaran melalui penyusunan materi, kosakata, teks budaya, dan aktivitas pembelajaran yang memanfaatkan jumbreg dan wingko sebagai konteks pembelajaran. Implementasi pembelajaran berlangsung melalui kegiatan eksplorasi budaya, penguatan kosakata, pemahaman budaya, praktik komunikasi, produksi bahasa, dan refleksi budaya
yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Penelitian ini menghasilkan Model Integrasi Kuliner Lamongan dalam Pembelajaran BIPA yang menghubungkan pembelajaran bahasa dengan pengalaman budaya secara kontekstual. Model tersebut memperluas penerapan pembelajaran BIPA berbasis kearifan lokal dengan menjadikan kuliner sebagai sumber belajar utama untuk
mengembangkan kompetensi berbahasa dan kompetensi antarbudaya mahasiswa internasional. Dengan demikian, kuliner tradisional Lamongan berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif sekaligus mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia melalui pengenalan identitas budaya lokal. 

Article Details

Section
Articles