JENIS KRITIK DAN STRATEGI PENCIPTAANNYA DALAM WACANA HUMOR POLITIK DI INSTAGRAM

Main Article Content

Deden Sutrisna

Abstract

Humor politik pada kanal video pendek media sosial telah berkembang menjadi saluran kritik warganet yang khas karena kecaman di dalamnya dikemas dalam bingkai hiburan sehingga daya tuduhnya menguat, sedangkan risiko sosial
penuturnya menurun. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis kritik dan strategi penciptaan kritik dalam wacana humor politik pada unggahan video Instagram. Penelitian ini menggunakan ancangan kualitatif deskriptif dengan
perspektif pragmatik. Sumber data berupa unggahan video humor politik dari enam akun kreator, sedangkan datanya berupa penggalan wacana yang memenuhi tiga komponen kritik, yakni evaluasi negatif, sasaran kritik, dan tolok ukur
penilaian. Data dijaring dengan metode simak beserta teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat, lalu dianalisis dengan metode padan pragmatis. Jenis kritik ditetapkan melalui dua dimensi taksonomi, yakni dimensi kelangsungan dan dimensi keliteralan, sedangkan strategi penciptaannya ditetapkan melalui taksonomi strategi tindak pengancam muka. Hasil penelitian memperlihatkan tiga jenis kritik, yakni kritik langsung tidak literal, kritik tidak langsung literal, dan
kritik tidak langsung tidak literal, sedangkan kritik langsung literal tidak ditemukan. Strategi penciptaannya mencakup keempat strategi penyelamatan muka, yakni strategi tanpa basa-basi, kesantunan positif, kesantunan negatif, dan
samar-samar. Ditemukan pula tiga kecenderungan, yakni pengalihan beban penyimpulan kepada khalayak melalui penjajaran fakta dan pembalikan makna, penitipan strategi tanpa basa-basi pada suara tokoh dalam sketsa sehingga
keterbukaan kecaman tetap ternaungi bingkai hiburan, serta hubungan berbanding terbalik antara kerapatan penanda kesantunan negatif dan kadar humor. Disimpulkan bahwa humor berfungsi sebagai perangkat pengelolaan
muka ganda, yakni muka sasaran yang tidak pernah ditunjuk secara langsung dan muka penutur yang terlindungi ruang penyangkalan. 

Article Details

Section
Articles