REPRESENTASI EKOLITERASI DALAM CERPEN SISWA: ANALISIS EKOKRITIK TERHADAP KARYA PESERTA FLS3N KABUPATEN SUMEDANG

Main Article Content

Dedi Irawan
Avini Martini

Abstract

Krisis lingkungan menuntut pendidikan untuk tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membangun kesadaran ekologis, tanggung jawab etis, dan kepekaan terhadap keberlanjutan ruang hidup. Dalam
konteks pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, cerpen dapat menjadi medium strategis untuk membaca cara siswa merepresentasikan hubungan manusia dengan alam, kerusakan lingkungan, kearifan lokal, dan tanggung jawab sosial-ekologis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi ekoliterasi dalam cerpen siswa peserta FLS3N Kabupaten Sumedang melalui perspektif ekokritik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis isi kualitatif. Sumber data penelitian berupa 15 cerpen siswa peserta lomba Menulis Cerita Pendek FLS3N tingkat Kabupaten Sumedang. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dialog, paragraf, konflik, simbol, latar, sudut pandang, dan peristiwa naratif yang merepresentasikan relasi manusia-alam, kerusakan lingkungan, kritik eksploitasi, serta tanggung jawab ekologis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui pembacaan berulang, kodifikasi, pengelompokan tema, interpretasi ekokritik, dan penarikan simpulan berdasarkan bukti tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekoliterasi dalam cerpen siswa direpresentasikan melalui lima pola utama, yaitu alam sebagai ruang hidup, kerusakan lingkungan sebagai akibat tindakan manusia, kritik terhadap eksploitasi dan ketimpangan ekologis, relasi timbal balik manusia-alam, serta tanggung jawab etis terhadap lingkungan. Cerpen siswa
menampilkan laut, tanah, hutan, pulau kecil, kaldera, tambang, longsor, dan kampung halaman bukan sekadar sebagai latar, tetapi sebagai ruang konflik, ruang luka, ruang ingatan, dan ruang advokasi. Temuan ini menegaskan bahwa
menulis cerpen dapat menjadi praktik literasi ekologis yang memadukan imajinasi sastra, kesadaran lingkungan, dan pendidikan karakter ekologis. 

Article Details

Section
Articles