TES DIAGNOSTIK: LANGKAH AWAL MENUJU PEMBELAJARAN YANG BERMAKNA

Main Article Content

Desy Fitriani
Eka Nur Ariska
Ayu Mulya Putri
Izhar
Siti Fitriati

Abstract

Perubahan paradigma pendidikan menuntut pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi mampu membangun pemahaman yang bermakna sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Keberagaman kemampuan awal, gaya belajar, minat, dan kesiapan belajar menyebabkan guru perlu memperoleh informasi awal melalui asesmen diagnostik sebelum merancang pembelajaran. Tes diagnostik berperan penting
dalam mengidentifikasi kondisi kognitif dan nonkognitif peserta didik sehingga pembelajaran dapat dirancang secara lebih adaptif dan berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan awal, karakteristik nonkognitif, kesiapan belajar, serta kebutuhan belajar peserta didik sebagai dasar dalam merancang strategi pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran IPAS materi sistem gerak manusia di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pemetaan kebutuhan belajar peserta didik. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VI UPT SD Negeri 1 Pardasuka Timur Pringsewu Lampung. Pengumpulan data dilakukan melalui tes diagnostik kognitif, angket nonkognitif, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif
melalui proses pengorganisasian, pengelompokan, interpretasi, dan pemetaan kebutuhan belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal peserta didik memiliki variasi, yaitu 7 murid (29,2%) memiliki
penguasaan konsep sangat baik, 3 murid (12,5%) baik, 7 murid (29,2%) cukup, 5 murid (20,8%) rendah, dan 2 murid (8,3%) memerlukan pendampingan intensif. Aspek nonkognitif menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki respons emosional positif serta lebih mudah memahami materi melalui media visual, pengamatan langsung, diskusi, dan kegiatan praktik. Berdasarkan hasil pemetaan, kebutuhan belajar peserta didik terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu siap, cukup siap, dan perlu bimbingan, dengan strategi pembelajaran berupa pengayaan, diskusi terbimbing, penggunaan media konkret, scaffolding, dan pendampingan individual. Dengan demikian, tes diagnostik dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam mendukung pembelajaran IPAS yang bermakna, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 

Article Details

Section
Articles