KEBUTUHAN BAHAN AJAR BERBICARA BERBASIS TPRS BAGI PEMELAJAR BIPA PROGRAM KNB DALAM KONTEKS KULINER SUNDA
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan sebagai landasan pengembangan bahan ajar suplemen keterampilan berbicara Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Level 2 berbasis pendekatan Teaching Proficiency through Reading and Storytelling (TPRS) bertemakan kuliner Sunda. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif-kuantitatif melalui triangulasi empat
sumber data: (1) analisis kurikulum (SKL BIPA Permendikbud No. 27 Tahun 2017, CEFR A2, ACTFL Novice High); (2) studi dokumen terhadap 9 bahan ajar BIPA bertema kuliner; (3) angket kebutuhan pengajar BIPA (N = 6, 23 butir, skala Likert 1–4); dan (4) angket kebutuhan pemelajar BIPA Level 2 (N = 16, 18 butir, dari 13 negara). Hasil analisis menunjukkan: (1) tidak satu pun dari 9 bahan ajar
yang mengintegrasikan pendekatan TPRS maupun memuat konten kuliner Sunda secara spesifik; (2) ketiga kerangka kurikulum secara konsisten mendukung pembelajaran berbicara berbasis narasi dan situasi sehari-hari yang autentik; (3) pengajar menilai retelling sebagai strategi paling efektif (rerata 3,83; Sangat Tinggi) dan kecemasan sebagai hambatan utama (3,67); (4) 75,0%
pemelajar menyatakan perjalanan dan budaya sebagai topik favorit berbicara, dan 62,5% sangat termotivasi belajar melalui budaya lokal; serta (5) rata-rata skor motivasi berbicara pemelajar berada pada kategori Sangat Tinggi (≥3,50). Konvergensi temuan ini mengimplikasikan kebutuhan mendesak akan bahan ajar suplemen berbasis TPRS dengan kuliner Sunda sebagai konteks narasi autentik.