Linguistik dan Paralinguistik Sebagai Modal Berkomunikasi Dalam Praktik Linguistic Enterpreneurship
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi unsur linguistik dan paralinguistik sebagai modal komunikasi dalam praktik linguistic entrepreneurship oleh barista pemula di kedai kopi. Dalam konteks linguistic entrepreneurship, keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh isi pesan verbal, tetapi juga oleh cara penyampaian melalui ekspresi vokal dan nonverbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan sepuluh barista sebagai partisipan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi audio-visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar barista mampu menggunakan struktur kalimat yang efektif dan diksi yang sesuai dengan konteks pelayanan. Namun, strategi retoris dan variasi intonasi belum dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh partisipan. Dari sisi paralinguistik, beberapa barista menunjukkan kemampuan verbal dan ekspresif yang kuat dalam membangun kedekatan emosional dengan pelanggan, sementara sebagian lainnya masih menunjukkan komunikasi yang datar, terburu-buru, atau minim interaksi nonverbal. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara unsur linguistik dan paralinguistik untuk menciptakan komunikasi bisnis yang persuasif, profesional, dan berorientasi pada keberhasilan finansial.