KOMUNIKASI SUPRANATURAL ERA DIGITAL: ANALISIS STRUKTUR LINGUISTIK DAN RETORIKA CEK KHODAM DI TIKTOK INDONESIA

Main Article Content

Endang Sholihatin

Abstract

 Fenomena komunikasi supranatural di era digital menunjukkan pergeseran
cara individu berinteraksi dengan entitas spiritual melalui platform media
sosial seperti TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dua aspek
utama: (a) struktur linguistik dalam komunikasi supranatural pada era digital
dalam konten 'Cek Khodam' di TikTok, dan (b) strategi retorika dalam
komunikasi supranatural di era digital dalam konten 'Cek Khodam' di TikTok.
Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan studi
pustaka untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Data yang diperoleh
dianalisis dengan metode interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)
struktur linguistik dalam komunikasi supranatural pada era digital dalam
konten cek khodam di tiktok secara efektif menggunakan pilihan kata yang
tepat, frasa yang menekankan pada unsur mistis, kalimat yang deskriptif,
informatif, dan persuasif sehingga berhasil membangun konten narasi
supranatural yang kuat, menarik, mampu mempengaruhi, dan menggugah rasa
ingin tahu audiens; berikutnya 2) strategi retorika dalam komunikasi
supranatural pada era digital dalam konten ‘Cek Khodam’ di tiktok terdapat
penggabungan ethos, pathos, logos, penggunaan gaya bahasa, penggunaan
struktur narasi yang efektif, serta teknik visual dan auditori tersebut berhasil
menciptakan strategi retorika yang kuat untuk meyakinkan dan mempengaruhi
audiens tentang kehadiran dan relevansi khodam. Diskusi penelitian
mengungkapkan bahwa komunikasi supranatural di TikTok tidak hanya
berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat
keyakinan spiritual dan identitas budaya. Kesimpulannya, komunikasi
supranatural di era digital melalui platform seperti TikTok mencerminkan
adaptasi tradisi spiritual dalam konteks modern dan teknologi. Implikasi dari
studi ini menunjukkan pentingnya memahami dinamika komunikasi
supranatural di media sosial untuk mengapresiasi cara-cara baru dalam
berbagi dan mempertahankan kepercayaan spiritual di masyarakat digital. 

Article Details

Section
Articles