IMPLEMENTASI DEEP LEARNING PADA PEMBELAJARAN MENULIS KARYA ILMIAH SISWA KELAS XI SMK NEGERI REA TIMUR
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses perencanaan dan pelaksanaan deep learning yang mencakup pilar mindful, meaningful, dan joyful pada pembelajaran menulis karya ilmiah; (2) menganalisis kedalaman berpikir dan orisinalitas gagasan dalam draf karya ilmiah siswa; (3) mengidentifikasi tantangan serta solusi operasional yang dihadapi guru dan siswa; dan (4) mengungkap persepsi serta respon siswa terhadap lingkungan belajar dalam proses mengonstruksi gagasan ilmiah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif interpretatif dengan pendekatan perspektif hermeneutika. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi kelas, wawancara mendalam, dan analisis dokumen draf karya ilmiah siswa kelas XI SMK Negeri Rea Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran berhasil mengintegrasikan pilar mindful (penumbuhan kesadaran kritis metakognisi), meaningful (pemanfaatan data empiris riil hasil laboratorium atau lahan praktik kejuruan), dan joyful (penciptaan iklim kelas kolaboratif bebas kecemasan berbahasa) melalui tiga tahapan kognitif utama: pahami, aplikasikan, dan refleksikan; (2) kedalaman berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa mengalami peningkatan signifikan, dibuktikan dengan capaian nilai akhir draf tulisan yang berkisar antara rentang nilai 80 hingga 85 (kategori baik hingga sangat baik) serta menunjukkan tingkat orisinalitas tinggi yang bebas dari plagiasi digital; (3) tantangan utama berupa
keterbatasan waktu pembelajaran, heterogenitas kemampuan kebahasaan awal, dan hambatan rekonstruksi kalimat baku di zona berpikir kritis berhasil dimitigasi melalui pemberian bantuan terpandu (scaffolding), diferensiasi fokus jurusan, dan pemanfaatan platform Google Docs; (4) siswa menunjukkan respon afektif yang sangat positif, di mana persepsi mereka bertransformasi dari
memandang karya ilmiah sebagai beban akademis yang rumit menjadi aktivitas fungsional yang bermakna sebagai jembatan belajar (proleptic learning) untuk bekal penyusunan laporan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di kelas XII. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan deep learning mampu mengonversi kultur belajar pasif berorientasi hafalan menjadi konstruksi pengetahuan yang mendalam, aktif, dan kontekstual pada pendidikan vokasi.