ANALISIS KETERBACAAN NASKAH CERITA ANAK (STORY TELLING) KARYA GURU IGRA BERBANTU MEDIA AI : TEORI KETERBACAAN FRY, RAYGOR, DAN CLOZE TEST
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi tema serta tingkat keterbacaan 18 naskah cerita storytelling Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) menggunakan instrumen kuantitatif (Formula Fry dan Formula Raygor) serta merumuskan alternatif penilaian kualitatif yang adaptif untuk anak usia prasekolah. Metode kuantitatif mengukur statistik permukaan teks seperti Average Sentence Length (ASL) dengan patokan ideal anak TK berkisar antara 3–6 kata/kalimat, jumlah suku kata per 100 kata (Fry), serta jumlah kata panjang >= 6 huruf per 100 kata (Raygor). Hasil analisis mengelompokkan cerita ke dalam tiga zona kesesuaian: 7 cerita sesuai dibacakan mandiri, 4 cerita memerlukan pendampingan ringan, dan 7 cerita memerlukan pembacaan bertahap oleh guru.
Studi ini menemukan adanya dua jenis kompleksitas pada cerita zona merah (tidak sesuai mandiri) yakni kompleksitas struktural murni dan kompleksitas ganda (struktural dan leksikal). Mengingat keterbatasan validitas Formula Fry dan Raygor yang dikalibrasi untuk struktur Bahasa Inggris kelas 3 ke atas, penelitian ini mengusulkan model instrumen evaluasi lisan berbasis Cloze Test
dan Checklist Kualitatif kesesuaian perkembangan sebagai standar pengukuran baru yang lebih valid bagi anak usia dini.