POTENSI LATEN EKOSASTRA DALAM WACANA PELESTARIAN LINGKUNGAN: ANALISIS DENSITY VISUALIZATION DAN PELUANG KEBARUAN RISET CERITA RAKYAT UNTUK MITIGASI BENCANA

Main Article Content

Fitra Youpika
Agus Trianto
Ari Kartini

Abstract

Krisis ekologi dan banyaknya bencana alam yang terjadi, memerlukan kehadiran pendekatan interdisipliner sebagai wadah untuk penyeimbang sains teknis dengan pengetahuan budaya lokal. Cerita rakyat dan sains memiliki peran sangat penting bagi kehidupan kolektif. Penelitian ini merupakan salah satu kajian yang mengangkat tema sastra dan sains dengan tujuan untuk mengidentifikasi tren riset dengan menganalisis kerapatan topik (density visualization), dan mengurai peluang kebaruan (novelty) serta ruang kosong penelitian (research gap) terkait integrasi cerita rakyat dalam mitigasi bencana dalam konteks pelestarian
lingkungan. Pendekatan kuantitatif bibliometrik digunakan dalam penelitian ini. Data sekunder dihimpun menggunakan perangkat Publish or Perish (PoP) dari basis data Google Scholar dalam rentang 5 tahun terakhir (2021-2026). Metadata hasil ekstraksi direduksi, kemudian dianalisis, dan divisualisasikan menggunakan software VOSviewer melalui teknik analisis network visualization, overlay visualization, dan density visualization. Hasil ekstraksi data berhasil mengidentifikasi sebanyak 127 artikel jurnal relevan yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis keterhubungan kata kunci memetakan lima klaster utama: (1) bahasa dan Indonesia, (2) bencana dan local wisdom, (3) mitigasi bencana dan usia dini, (4) cerita rakyat dan sekolah dasar, serta (5) legenda dan tradisi.
Visualisasi kerapatan (density visualization) mengungkapkan bahwa karya sastra (sastra lokal) memiliki potensi laten yang signifikan sebagai media pendidikan mitigasi bencana yang menghubungkan ranah kebudayaan, kebahasaan, dan sains lingkungan. Pergeseran paradigma riset menuju studi interdisipliner terapan membuka peluang kebaruan (novelty) dalam mendayagunakan rekonstruksi cerita rakyat ke dalam kurikulum serta bahan ajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar dan PAUD. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan aktif sastra lokal sebagai instrumen pembelajaran kebahasaan berbasis kebencanaan untuk membangun ketahanan ekologis (ecological resilience) peserta didik sejak usia dini sekaligus merawat kelestarian warisan
budaya nasional. 

Article Details

Section
Articles