ANALISIS LINGUISTIK FORENSIK TERHADAP TINDAK TUTUR PENCEMARAN NAMA BAIK DI MEDIA SOSIAL (STUDI KASUS UNGGAHAN FACEBOOK)

Main Article Content

Hasnah Faizah
Nabilatuzzahwa

Abstract

Pesatnya arus informasi di media sosial memicu peningkatan fenomena kejahatan berbahasa, khususnya pencemaran nama baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur, menganalisis makna referensial dan pragmatik, membuktikan ada tidaknya unsur pencemaran nama baik, serta menjelaskan fungsi multimodal dalam membangun wacana kriminal di media sosial. Kasus yang dikaji adalah unggahan Facebook oleh akun RN yang menyerang seorang pengusaha sawit berinisial RS tanpa
menyebut namanya secara eksplisit. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus berbasis paradigma interpretatif. Analisis data dilakukan melalui kerangka linguistik forensik yang mengintegrasikan instrumen pragmatik—tindak tutur John Searle, deiksis, implikatur konvensional H.P. Grice, dan praanggapan Stephen Levinson—dengan analisis wacana multimodal Gunther Kress dan Theo van Leeuwen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur didominasi oleh bentuk asertif berupa tuduhan melakukan tindak pidana dan bentuk komisif berupa ancaman publikasi berkelanjutan. Melalui analisis deiksis personal, deiksis sosial ("Bos Johor"), dan deiksis visual (foto aset truk), target tuduhan berhasil diidentifikasi secara akurat merujuk pada RS. Lebih lanjut, analisis implikatur dan praanggapan membongkar manipulasi opini publik yang menyajikan tuduhan sepihak sebagai kebenaran faktual yang bersifat rutin dan terstruktur. Secara multimodal, teks visual berupa foto aset
berfungsi memperkuat teks verbal dan mengonstruksi narasi kejahatan secara utuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seluruh indikator linguistik pencemaran nama baik telah terpenuhi dan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan linguistik forensik serta kontribusi praktis bagi aparat penegak hukum dalam mengevaluasi bukti kebahasaan 

Article Details

Section
Articles