JURNAL REFLEKTIF SEBAGAI ALAT METAKOGNITIFDALAM PENGUATAN KARYA TULIS ILMIAHDI ERA PERSAINGAN GLOBAL

Main Article Content

Henny Sanulita

Abstract

Bahasa Indonesia meraih pengakuan internasional yang terus meningkat, ditandai dengan penetapannya sebagai bahasa resmi dalam Konferensi Umum UNESCO pada 20 November 2023. Meskipun demikian, pencapaian diplomatik tersebut belum diimbangi oleh kualitas publikasi ilmiah berbahasa Indonesia, yang masih menjadi tantangan serius di tengah persaingan akademik global. Salah satu akar persoalan tersebut adalah rendahnya keterampilan metakognitif mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. Penelitian ini menyelidiki dampak penggunaan jurnal reflektif terhadap penguatan keterampilan metakognitif mahasiswa dalam menulis artikel penelitian mini. Penelitian melibatkan 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Tanjungpura, yang sedang menempuh mata kuliah Menulis Karya Ilmiah, dengan menggunakan desain eksperimen kuasi satu kelompok berpola pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui tes menulis artikel penelitian mini dan jurnal reflektif, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji-t berpasangan serta secara kualitatif melalui analisis isi terhadap entri jurnal reflektif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan menulis mahasiswa (rerata pretest = 38,92; rerata posttest = 64,25; Sig. = 0,000 < 0,05). Mahasiswa yang secara rutin mengisi jurnal reflektif terbukti mampu mengevaluasi proses penulisannya, mengenali kekuatan dan kelemahan tulisan, serta merumuskan langkah perbaikan yang konkret, meskipun kedalaman regulasi metakognitif bervariasi antarindividu. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan metakognitif berbasis jurnal reflektif dapat menjadi strategi pedagogis untuk memperkuat mutu penulisan akademik berbahasa Indonesia, sekaligus berkontribusi pada upaya yang lebih luas untuk mengokohkan kedudukan bahasa Indonesia dalam wacana ilmiah global. 

Article Details

Section
Articles