RESISTENSI PEREMPUAN: ANALISISS KETIDAKADILAN GENDER DAN BENTUK PERLAWANAN DALAM NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS

Main Article Content

Iis Suwartini
Denik Wirawati

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai bentuk ketidakadilan gender dan cara-cara yang dilakukan untuk melawan ketidakadilan tersebut dalam novel Hati Suhita yang ditulis oleh Khilma Anis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber datanya adalah novel Hati Suhita, sedangkan data yang digunakan untuk penelitian berupa kutipan dialog, narasi, dan deskripsi tentang tokoh-tokoh yang berkaitan dengan isu gender. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca berkas-berkas yang ada secara mendalam, mencatat hal-hal penting, mengelompokkan informasi, serta menganalisis data berdasarkan teori gender dan pendekatan kritik sastra feminis. Penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama mengalami berbagai bentuk ketidakadilan gender, seperti stereotipe, kekerasan emosional, dan kekerasan dalam rumah tangga. Stereotipe terlihat dari pembatasan perempuan dalam memilih pendidikan, tujuan hidup, dan pasangan serta meletakkan perempuan hanya di dalam lingkungan rumah tangga. Kekerasan emosional adalah bentuk ketidakadilan yang paling sering terjadi, yang ditunjukkan dengan tidak memberi kasih sayang, mengabaikan hak seorang istri, perlakuan yang dingin, serta membatasi kebebasan, sehingga memengaruhi kondisi psikologis tokoh tersebut. Sementara itu, kekerasan dalam rumah tangga bisa terlihat dari adanya perselingkuhan, ketidakhadiran suami dalam urusan rumah tangga, serta perlakuan yang merendahkan harga diri istri. Penelitian ini juga menemukan bahwa tokoh Suhita berjuang melawan ketidakadilan gender dengan cara yang kuat dan tekun. Ketegarannya terlihat dari usahanya mempertahankan rumah tangga dan menjaga kemuliaan keluarga, sementara kerja kerasnya diwujudkan lewat perannya dalam membangun pesantren dan menggali ilmu agama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa novel Hati Suhita memberikan kritik terhadap budaya patriarki dan kesenjangan gender dari perspektif Islam. Selain itu, novel ini juga menegaskan bahwa perempuan memiliki kemampuan, keahlian, dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi di bidang rumah tangga maupun masyarakat. 

Article Details

Section
Articles