FORMULASI MODEL CULTURAL ENTREPRENEURSHIP BERBASIS NILAI-NILAI DOLABOLOLO UNTUK MEWUJUDKAN KEWIRAUSAHAAN BERKELANJUTAN DI MALUKU UTARA
Main Article Content
Abstract
Pengembangan kewirausahaan berkelanjutan memerlukan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai sosial, budaya, dan identitas lokal. Salah satu warisan budaya takbenda yang memiliki potensi tersebut adalah Dolabololo, sastra lisan masyarakat Ternate yang mengandung nilai-nilai etika, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, dan kreativitas. Namun, hingga saat ini nilai-nilai tersebut belum banyak dikaji sebagai landasan dalam pembentukan model Cultural Entrepreneurship. Penelitian ini bertujuan merumuskan Model Cultural Entrepreneurship Berbasis Nilai-Nilai Dolabololo untuk mewujudkan kewirausahaan berkelanjutan di Maluku Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Grounded Theory. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, budayawan, pelaku UMKM kreatif, akademisi, pemerintah daerah, serta generasi muda. Analisis data dilakukan melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding untuk membangun model konseptual berdasarkan data empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dolabololo mengandung delapan nilai utama, yaitu kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, gotong royong, kepemimpinan, kreativitas, komitmen, dan pelestarian budaya yang membentuk empat dimensi Cultural Entrepreneurship, yaitu nilai personal, sosial, inovasi, dan keberlanjutan. Integrasi keempat dimensi tersebut menghasilkan DOLA-CE Model (Dolabololo-Based Cultural Entrepreneurship Model) yang menjelaskan proses transformasi nilai budaya menjadi entrepreneurial mindset, inovasi produk, branding berbasis budaya, dan praktik kewirausahaan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian Cultural Entrepreneurship dengan menempatkan nilai budaya lokal sebagai fondasi pembentukan perilaku kewirausahaan sekaligus memberikan model konseptual yang dapat diterapkan dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Maluku Utara.