RELASI MANUSIA KONTEMPORER DALAM ANTOLOGI PUISI STRUKTUR CINTA YANG PUDAR KARYA IBE S. PALOGAI: PERSPEKTIF LIQUID LOVE ZYGMUNT BAUMAN
Main Article Content
Abstract
Puisi tidak hanya menjadi medium ekspresi estetik, tetapi juga ruang untuk merekam perubahan cara manusia membangun dan memaknai hubungan dengan sesamanya. Kecenderungan relasi yang semakin rapuh, tidak pasti, dan mudah terputus dalam kehidupan modern tampak kuat dalam antologi Struktur Cinta yang Pudar karya Ibe S. Palogai. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk relasi antarmanusia yang dihadirkan dalam antologi tersebut sekaligus menjelaskan maknanya melalui perspektif Liquid Love Zygmunt Bauman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data berupa kata, frasa, larik, dan bait yang memuat representasi relasi antarmanusia, sedangkan sumber data penelitian adalah antologi Struktur Cinta yang Pudar. Data dianalisis melalui pembacaan intensif, pengodean, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan simpulan berdasarkan konsep Liquid Love. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa relasi antarmanusia dalam puisi-puisi Ibe S. Palogai dibangun melalui pengalaman kehilangan, kerinduan, jarak emosional, dan kegamangan menghadapi komitmen. Cinta tidak lagi hadir sebagai ikatan yang kokoh, melainkan sebagai hubungan yang terus dinegosiasikan di tengah hasrat untuk tetap dekat sekaligus mempertahankan kebebasan diri. Kondisi tersebut melahirkan paradoks: manusia membutuhkan keintiman, tetapi pada saat yang sama takut terhadap konsekuensi dari sebuah keterikatan. Temuan ini menegaskan bahwa antologi Struktur Cinta yang Pudar memotret wajah relasi manusia kontemporer yang cair, rentan, dan sarat ketidakpastian sebagaimana dijelaskan dalam konsep Liquid Love Zygmunt Bauman.