EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DALAM JURNALISME INSTAGRAM

Main Article Content

Iva Milatul Chanifah
Laila Tri Lestari
Miftahul Huda
Anisa Ulfah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedah dan mendeskripsikan secara mendalam bagaimana bahasa Indonesia diposisikan, dipertahankan, atau didekonstruksi keutuhannya oleh akun Instagram @folkative dan @ussfeeds. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi secara komparatif, data penelitian dikumpulkan melalui teknik simak-catat dan dokumentasi digital pada visual infografis serta transkrip wacana caption berita. Hasil analisis data lapangan menunjukkan adanya dikotomi ideologi kebahasaan yang kontras antara kedua portal berita media baru tersebut. Akun @folkative menerapkan "Model Jurnalisme Kosmopolitan Estetis" dengan melakukan pemisahan bahasa secara radikal; visual grafis didominasi teks campuran pendek, namun ruang caption diisi penuh oleh bahasa Inggris formal, yang berimplikasi pada terjadinya fenomena hyper-brevity serta reduksi kelengkapan unsur berita konvensional 5W+1H. Sebaliknya, @ussfeeds merepresentasikan "Model Jurnalisme Lokalisasi Kredibel" yang mengintegrasikan pemakaian bahasa Indonesia baku secara disiplin sejak tataran visual hingga narasi penjelas di caption. USS Feeds menyajikan informasi secara panjang, detail, tidak terpotong, dan memenuhi kaidah 5W+1H secara ketat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedisiplinan penggunaan bahasa nasional tidak mengurangi daya pikat modernitas media sosial. Studi ini menyarankan perlunya perumusan regulasi panduan kebahasaan digital yang lebih adaptif oleh pembuat kebijakan bahasa untuk mengikis inferioritas kebahasaan generasi muda di ruang publik virtual. 

Article Details

Section
Articles