ANTARA KAIDAH DAN KREATIVITAS: ANALISIS LANSKAP LINGUISTIK PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI RUANG PUBLIK KOTA PALU, SULAWESI TENGAH
Main Article Content
Abstract
Lanskap linguistik sebuah kota merupakan cermin kolektif komunitas tuturnya karena merekam sikap bahasa, tekanan komersial, dan negosiasi identitas pada permukaan penanda sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis kehadiran bahasa Indonesia di ruang publik Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan bergerak melampaui paradigma pengatalogan kesalahan yang selama ini mendominasi kajian sejenis di Indonesia. Secara khusus, penelitian ini mengkaji dua hal: pendayagunaan bahasa figuratif dan nonbaku sebagai sumber daya persuasif-komersial, serta pola penyimpangan dari kaidah baku pada tataran fonologi, morfologi, dan sintaksis. Penelitian menggunakan rancangan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan analisis isi dua tahap terhadap korpus fotografis penanda publik yang dihimpun secara purposif dari tiga zona fungsional, yakni zona pendidikan, komersial, serta religius-permukiman. Analisis bertumpu pada kerangka lanskap linguistik dengan distingsi tanda top-down dan bottom-up, dilengkapi perspektif geosemiotika. Temuan memperlihatkan ruang publik yang didominasi pelaku komersial bottom-up yang memobilisasi personifikasi, sarkasme, eufemisme, serta slang kaum muda sebagai strategi kreatif-ekonomis, sekaligus mereproduksi penyimpangan yang berulang dari kaidah Ejaan Bahasa Indonesia. Alih-alih memperlakukan kedua gejala tersebut sebagai hal yang terpisah, penelitian ini berargumen bahwa ketegangan antara kreativitas dan kaidah justru merupakan ciri pendefinisi bahasa Indonesia pada ruang publik regional ini. Temuan tersebut berimplikasi bagi perencanaan bahasa, penguatan literasi publik, serta pengajaran analisis kesalahan berbahasa yang kontekstual di perguruan tinggi.