REVITALISASI LITERASI SASTRA INDONESIA MELALUI DONGENG BERBASIS KEARIFAN LOKAL KABUPATEN KARAWANG SEBAGAI STRATEGI PELESTARIAN BUDAYA
Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi digital dan dominasi budaya populer global menyebabkan menurunnya apresiasi terhadap dongeng daerah sebagai bagian dari warisan budaya, sehingga diperlukan upaya revitalisasi literasi sastra berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur folklor, merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal Kabupaten Karawang, mengidentifikasi unsur literasi sastra dalam empat dongeng Karawang, serta merumuskan model konseptual revitalisasi literasi sastra sebagai strategi pelestarian budaya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain analisis isi (qualitative content analysis) yang dipadukan dengan analisis folklor. Sumber data berupa empat dongeng dalam kumpulan Dongeng di Karawang, yaitu Anak Kabut Sanggabuana, Lopi, Rubi dan Kebun Kejujuran, Sayap-Sayap yang Dipanggil Pulang, dan Asal Muasal Tanaman Padi. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, kategorisasi, interpretasi, komparasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat dongeng memiliki struktur folklor yang relatif seragam, memuat representasi kearifan lokal berupa kejujuran, gotong royong, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan terhadap tradisi, serta budaya agraris masyarakat Karawang. Dongeng juga
mengandung unsur literasi sastra yang meliputi kemampuan memahami, menginterpretasikan, merefleksikan, dan mengapresiasi karya sastra. Penelitian ini menghasilkan model konseptual revitalisasi literasi sastra yang menghubungkan folklor, literasi sastra, internalisasi kearifan lokal, dan pelestarian budaya sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan. Model tersebut menegaskan bahwa dongeng berbasis kearifan lokal memiliki potensi strategis sebagai sumber belajar sekaligus media pelestarian budaya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.