HAMBATAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DEEP LEARNING BERBANTUAN AI PADA KURIKULUM MERDEKA
Main Article Content
Abstract
Perkembangan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menciptakan
peluang sekaligus tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran pada Kurikulum
Merdeka. Meskipun AI berpotensi mendukung pembelajaran mendalam (Deep
Learning), implementasinya di sekolah masih menghadapi berbagai kendala
yang dapat memengaruhi kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi hambatan dalam penerapan Deep Learning berbantuan AI pada
Kurikulum Merdeka serta menganalisis strategi yang digunakan guru untuk
mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan desain studi kasus multipel yang dilaksanakan di 14 SMP negeri dan
swasta di wilayah Soloraya. Partisipan penelitian terdiri atas 14 kepala sekolah,
28 guru Bahasa Indonesia, dan 42 siswa yang dipilih melalui teknik purposive
sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi
pembelajaran di kelas, Focus Group Discussions (FGD), dan analisis dokumen.
Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña
yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi
kesimpulan, kemudian dipetakan menggunakan kerangka Context, Input,
Process, Product (CIPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan
implementasi meliputi belum optimalnya kebijakan sekolah terkait penggunaan
AI, keterbatasan literasi AI pedagogis guru, kecenderungan siswa untuk
bergantung pada keluaran yang dihasilkan AI, serta keterbatasan infrastruktur
digital. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru menerapkan berbagai strategi,
antara lain prompt engineering, verifikasi informasi dari berbagai sumber,
diskusi reflektif, pembelajaran kolaboratif, dan asesmen autentik berbasis
proyek. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan penerapan Deep
Learning berbantuan AI tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi,
tetapi juga pada dukungan kebijakan, kompetensi pedagogis guru, literasi AI
siswa, serta desain pembelajaran yang mendorong keterlibatan kognitif yang
bermakna. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi sekolah dan pembuat
kebijakan dalam mengembangkan implementasi AI yang efektif, etis, dan
berkelanjutan dalam Kurikulum Merdeka.