STRATEGI TINDAK TUTUR KRITIK PUBLIK DALAM KOMENTAR MEDIA SOSIAL TENTANG PENDIDIKAN INDONESIA
Main Article Content
Abstract
Media sosial telah menjadi ruang publik digital yang memungkinkan masyarakat menyampaikan kritik terhadap isu pendidikan Indonesia melalui komentar yang beragam secara bentuk, strategi, dan fungsi pragmatik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tindak tutur kritik publik, strategi penyampaiannya, serta fungsi pragmatik yang muncul dalam komentar media sosial tentang pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif pragmatik. Data penelitian berupa 163 komentar warganet yang membahas isu biaya pendidikan, kesejahteraan guru, mutu pembelajaran, relevansi perguruan tinggi, kurikulum, dan budaya pendidikan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat, kemudian dianalisis dengan klasifikasi bentuk tindak tutur, strategi kritik, dan fungsi pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik publik muncul dalam bentuk saran atau tuntutan direktif, keluhan ekspresif, pertanyaan retoris, kritik langsung, sindiran, perbandingan, serta bantahan. Strategi yang dominan meliputi strategi direktif, pengalaman personal, pertanyaan retoris, dan kritik langsung. Fungsi pragmatik yang paling menonjol ialah menuntut perbaikan, mempertanyakan kebijakan, membela kelompok terdampak, dan menyampaikan pengalaman pribadi sebagai bukti sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komentar media sosial merupakan tindakan berbahasa yang merepresentasikan aspirasi, keresahan, dan evaluasi publik terhadap pendidikan Indonesia. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan kajian pragmatik digital dan pemanfaatan komentar publik sebagai data linguistik kontekstual.