PENGUATAN LITERASI MEMBACA MELALUI TEKS MULTIMODA: PERGESERAN PARADIGMA ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI ERA DIGITAL

Main Article Content

Melda Fauzia Damaiyanti
Yeti Mulyati
Rosita Rahma

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma literasi membaca dari aktivitas memahami teks linear menjadi proses membangun makna melalui berbagai representasi informasi. Perubahan tersebut menuntut transformasi asesmen literasi membaca agar mampu mengukur kemampuan memahami, mengintegrasikan, mengevaluasi, dan merefleksikan informasi dari teks multimoda. Penelitian ini bertujuan memaparkan kondisi implementasi asesmen literasi membaca pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA, mengidentifikasi pemahaman, pengalaman, kendala, serta kebutuhan guru dan siswa terhadap asesmen berbasis teks multimoda, serta menjelaskan implikasinya bagi penguatan literasi membaca di era digital. Penelitian merupakan bagian dari tahap analysis and exploration dalam Design-Based Research (DBR) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 9 guru Bahasa Indonesia dan 110 siswa dari empat SMA negeri dan swasta di Kota Bandung yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan terbuka, kemudian dianalisis menggunakan statistik
deskriptif berupa frekuensi dan persentase yang didukung analisis deskriptif terhadap respons terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pada umumnya telah memiliki pemahaman yang sejalan dengan konsep literasi membaca abad ke-21, tetapi praktik asesmen masih didominasi oleh bentuk konvensional, seperti soal pilihan ganda dan uraian sederhana, dengan pemanfaatan teks multimoda yang belum konsisten. Di sisi lain, siswa menunjukkan pengalaman dan persepsi positif terhadap
penggunaan unsur visual dalam membaca meskipun masih lebih menyukai bentuk asesmen yang terstruktur. Penelitian juga mengidentifikasi berbagai kendala implementasi, meliputi keterbatasan waktu, karakteristik bacaan, penyusunan instrumen, serta kompetensi guru dalam mengembangkan asesmen berbasis multimoda. Temuan ini menunjukkan perlunya pengembangan asesmen literasi membaca berbasis teks multimoda yang autentik, kontekstual, dan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat
tinggi, disertai penguatan kompetensi guru dan dukungan sistem sekolah agar selaras dengan tuntutan literasi abad ke-21. 

Article Details

Section
Articles