PERSEPSI MURID TERHADAP ASESMEN DIGITAL LITERASI MEMBACA TEKS MULTIMODA BERORIENTASI PISA PADA JENJANG SMA
Main Article Content
Abstract
Membaca pada abad ke-21 makin banyak berlangsung melalui teks digital
multimoda yang memadukan bahasa tulis dengan gambar, audio, video, dan tata
letak sehingga asesmen membaca berbasis teks tunggal cetak dinilai kurang
memadai untuk mengukur literasi membaca muridsecara komprehensif.
Kerangka asesmen berorientasi PISA menawarkan pendekatan yang lebih
relevan untuk menilai kemampuan membaca dalam lanskap digital yang
multimoda, tetapi penelitian yang secara khusus menelaah persepsi murid
terhadap asesmen digital masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan
memaparkan persepsi murid terhadap asesmen digital literasi membaca teks
multimoda berorientasi PISA pada jenjang SMA yang mencakup persepsi
terhadap kejelasan dan keterpahaman asesmen, pengalaman menggunakan
asesmen, pelaksanaan asesmen, serta peran stimulus multimoda dalam
mendukung pemahaman bacaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed
method dengan desain embedded mixed methods yang melibatkan 552 murid dari
empat SMA negeri dan swasta yang dipilih melalui purposive sampling. Data
dikumpulkan melalui angket persepsi berskala Likert empat tingkat serta
pertanyaan terbuka dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta
analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid memberikan
persepsi sangat positif pada seluruh aspek yang diukur, dengan persentase
persetujuan berkisar antara 92,9% hingga 98,4% pada indikator kejelasan dan
keterpahaman asesmen, serta 94–97% pada aspek pengalaman, pelaksanaan,
dan peran stimulus multimoda. Analisis tematik terhadap respons terbuka
mengungkap lima tema utama, yaitu asesmen dipandang sebagai pengalaman
baru, dipersepsikan meningkatkan minat membaca dan berpikir kritis, stimulus
multimoda membantu pemahaman bacaan, keberterimaan murid yang tinggi,
serta masukan perbaikan terkait keterbacaan tabel, peta, dan audio. Dapat
disimpulkan bahwa asesmen digital literasi membaca teks multimoda
berorientasi PISA yang dikembangkan terbukti praktis, diterima secara positif,
dan efektif mendukung pemahaman serta minat membaca murid, meskipun
sebagian bentuk stimulus multimoda masih memerlukan penyempurnaan
desain agar sesuai dengan kapasitas pemprosesan informasi murid SMA.
Temuan ini memberikan dasar empiris bagi penyempurnaan instrumen asesmen
literasi membaca digital pada siklus pengembangan selanjutnya.