REPRESENTASI KEKUASAAN TOKOH WALID DALAM FILM BIDAAH: ANALISIS WACANA KRITIS UNTUK LITERASI KRITIS MAHASISWA

Main Article Content

Muhamad Ichsan Nurjam’an
Prima Gusti Yanti
Wini Tarmini

Abstract

Tujuan penelitian mendeskripsikan representasi kekuasaan otoriter tokoh Walid dalam film serial Bidaah dan menjelaskan pemanfaatan hasil kajian untuk memperkuat literasi kritis mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Teun A van Dijk. Data penelitian berupa dialog, narasi, adegan visual, ekspresi, simbol religius, dan tindakan tokoh Walid pada episode 13, 14, dan 15 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan pengamatan berulang. Analisis dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, interpretasi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan kekuasaan otoriter tokoh Walid yang direpresentasikan melalui struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial yang menunjukkan kekuasaan otoriter Walid ditampilkan melalui perintah, larangan, ancaman, penegasan, hukuman, dan tuntutan kepatuhan. Pada struktur teks, dominasi dibangun melalui tema pemaksaan kehendak, konflik, kalimat imperatif, pilihan kata, legitimasi spiritual, dan strategi retoris. Pada kognisi sosial, Walid menempatkan dirinya sebagai pusat kebenaran dan pemegang kekuasaan mutlak. Pada konteks sosial, kekuasaannya didukung oleh hubungan kelompok yang hierarkis, ketergantungan pengikut, simbol agama, dan kepatuhan yang dinormalisasi. Dominasi tersebut juga diperkuat melalui intonasi, gestur, posisi tubuh, dan ketakutan tokoh lain. Hasil
penelitian digunakan sebagai bahan pembelajaran Analisis Wacana untuk meningkatkan literasi kritis mahasiswa. 

Article Details

Section
Articles