TRANSFORMASI APRESIASI BUDAYA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI ERA DIGITALISASI
Main Article Content
Abstract
Digitalisasi telah mengubah cara masyarakat mengenal, memahami dan melestarikan budaya. Perubahan tersebut memunculkan bentuk apresiasi baru terhadap kearifan lokal melalui media sosial, platform video, laman web dan komunitas daring. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan transformasi apresiasi budaya berbasis kearifan lokal di era digitalisasi, khususnya pada peran teknologi sebagai sarana pengenalan, pelestarian dan penguatan identitas budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif berbasis studi pustaka dan observasi dokumenter terhadap konten budaya pada media digital. Data dianalisis melalui reduksi, klasifikasi tematik, penyajian naratif dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memperluas akses masyarakat terhadap nilai-nilai kearifan lokal, seperti tradisi, seni, bahasa daerah, adat istiadat, kuliner dan praktik sosial masyarakat. Konten budaya yang dikemas secara kreatif, visual, interaktif dan kontekstual mampu meningkatkan minat generasi muda untuk mengenal serta menghargai warisan budaya Indonesia. Transformasi apresiasi budaya terlihat pada pergeseran dari pewarisan lisan dan praktik langsung menuju dokumentasi digital, reinterpretasi kreatif, partisipasi audiens, serta kolaborasi lintas komunitas. Meskipun demikian, tantangan tetap muncul, antara lain dominasi budaya global, rendahnya literasi budaya, penyederhanaan makna dan risiko komodifikasi tradisi. Oleh karena itu, digitalisasi perlu diarahkan sebagai ruang pelestarian yang beretika, partisipatif dan berkelanjutan melalui kolaborasi masyarakat, generasi muda, pendidik, pegiat budaya dan pemerintah.