REVITALISASI NILAI-NILAI TRANSENDENSI DALAM MANTRA PENGOBATAN BANJAR BERBASIS SASTRA PROFETIK

Main Article Content

Noor Leha
Akhmad Syakir
Heppy Lismayanti

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan merevitalisasi nilai-nilai transendensi dalam mantra pengobatan Banjar sebagai warisan sastra lisan yang tetap memiliki relevansi pada era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif Sastra Profetik Kuntowijoyo yang berfokus pada dimensi transendensi. Sumber data penelitian berupa lima mantra pengobatan Banjar, yaitu mantra tawar dingin, sakit kepala, sakit perut, sakit mata, dan sakit gigi yang diperoleh dari pananamba di Desa Banua Anyar, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang merepresentasikan nilai-nilai transendensi dalam teks mantra. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan pencatatan. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi klasifikasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kelima mantra mengandung tiga aspek utama transendensi, yaitu tauhid, tawakal, dan keteladanan rasul. Aspek tauhid direpresentasikan melalui basmalah, penyebutan nama Allah, Asmaul Husna, serta penggalan ayat-ayat Al-Qur'an. Aspek tawakal tercermin dalam ungkapan kepasrahan dan keyakinan bahwa kesembuhan sepenuhnya berasal dari Allah Swt., sedangkan aspek keteladanan rasul diwujudkan melalui penyebutan Nabi Muhammad saw. dan Nabi Ibrahim a.s. sebagai teladan keimanan dan ketaatan kepada Allah. Temuan ini menegaskan internalisasi nilai-nilai transendensi yang berpotensi direvitalisasi sebagai penguatan spiritual, pendidikan karakter religius, dan pelestarian warisan budaya takbenda. Penelitian ini terbatas pada analisis linguistik, sastra, dan nilai-nilai transendensi yang terkandung dalam teks mantra, sehingga tidak dimaksudkan untuk mendukung, melegitimasi, atau merekomendasikan praktik pengobatan tradisional yang bertentangan dengan ajaran Islam ataupun mengandung unsur syirik. 

Article Details

Section
Articles