PERBANDINGAN PLATFORM WORDWALL DAN QUIZIZZ TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 5 KWANDANG
Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi informasi telah membuat banyak orang memanfaatkan berbagai platform digital untuk belajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Salah satu cara yang sering dipakai adalah dengan menggunakan platform berbasis gamifikasi, seperti Wordwall dan Quizizz. Kedua platform ini bisa membuat proses belajar lebih menyenangkan dan lebih menarik bagi siswa. Tapi, bagaimana efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia, terutama untuk materi Pantun Nasihat, masih perlu diteliti lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penggunaan Wordwall memengaruhi hasil belajar siswa, bagaimana penggunaan Quizizz memengaruhi hasil belajar siswa, dan bagaimana perbedaan efektivitas keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain quasi experimental, yaitu Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilakukan di kelas V SD Negeri 5 Kwandang. Satu kelas menggunakan Wordwall, sementara kelas lainnya menggunakan Quizizz. Data diperoleh melalui pretest dan posttest. Data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik
inferensial dengan bantuan software JASP. Uji yang dilakukan mencakup uji normalitas, uji homogenitas, paired samples t-test, dan independent samples t-test. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar, dengan nilai signifikansi p<0,001. Penggunaan Quizizz juga memberikan pengaruh signifikan, dengan nilai signifikansi p<0,001. Dari uji independent samples t-test, terlihat bahwa ada perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan Quizizz dan yang menggunakan Wordwall. Rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan Quizizz lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua platform bisa digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama untuk materi Pantun Nasihat. Namun, Quizizz memberikan hasil yang lebih baik. Penelitian ini menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi bisa digunakan untuk membuat pembelajaran Bahasa Indonesia lebih interaktif dan efektif di tingkat sekolah dasar.