TUTURAN NASIHAT DALAM INTERAKSI KELUARGA PENUTUR BAHASA TONTEMBOAN DIALEK MAKALA’AI SUATU UPAYA PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KELUARGA
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna tuturan nasihat yang digunakan oleh orang tua penutur bahasa Tontemboan dialek Makala’ai suatu upaya pendidikan karakter berbasis keluarga. Untuk mengkaji wujud dan makna tuturan nasihat dalam interaksi keluarga digunakan teori tindak tutur pragmatik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di wilayah penutur bahasa Tontemboan dialek Makala’ai, tepatnya di Desa Kanonang Raya. Sumber data penelitian adalah informan yang tinggal di Desa Kanoang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi dan wawancara. Observasi digunakan untuk mengamati penutur bahasa Tontemboan yang tinggal di Desa Kanonang melaksanakan tindak tutur dalam interaksi keluarga saat orang tua memberikan nasihat kepada anak. Wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi melalui percakapan dengan informan mengenai penggunaan tuturan nasihat dalam interaksi keluarga. Teknik analisis data mengikuti model alir yang meliputi: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) verifikasi, dan (4) kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa makna tuturan nasihat yang digunakan orang tua terhadap anak penutur bahasa Tontemboan dialek Makala’ai beragam menyesuaikan dengan konteks dan tujuan tuturan nasihat diberikan seperti: patuh pada orang tua, rajin membantu orang tua, menghormati orang tua, menghargai saudara, berhati-hati dalam pergaulan, menghindari tindak kenakalan/kriminal, menghindari minuman keras, memilih teman bergaul, taat beribadah, rajin bekerja dan menjaga diri dalam pergaulan. Tuturan nasihat dalam interaksi keluarga ini menjadi suatu wadah yang penting bagi pendidikan karakter di tengah masyarakat berbasis keluarga sebagai upaya mengatasi pergeseran moral dan etika yang tejadi di tengah masyarakat etnis Tontemboan di era digital saat ini.