MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN BERBASIS KEARIFAN LOKAL TENUN SASAK PADA SISWA KELAS XI MA NW PRINGGA JURANG UTARA
Main Article Content
Abstract
Rendahnya kemampuan literasi peserta didik jenjang menengah masih menjadi tantangan nyata dalam pendidikan Indonesia. Data PISA 2022 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-68 dari 81 negara dalam literasi membaca, sementara ANBK 2023 mencatat bahwa 50,74% siswa SMA/MA belum mencapai kompetensi literasi minimum. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Tenun Sasak sebagai sumber kearifan lokal dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI MA NW Pringga Jurang Utara. Desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart diterapkan dalam dua siklus dengan melibatkan 23 siswa tahun ajaran 2025/2026. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan: persentase siswa berkategori baik sekali meningkat dari 26,1% pada Siklus I menjadi 47,8% pada Siklus II, sedangkan kategori kurang menurun dari 13,0% menjadi 4,4%. Berbeda dari penelitian terdahulu yang menggunakan cerita rakyat Sasak, penelitian ini secara khusus memanfaatkan Tenun Sasak—meliputi ragam motif, filosofi, dan nilai budayanya—sebagai sumber inspirasi penulisan cerpen, sehingga menghasilkan pendekatan yang lebih terfokus pada internalisasi nilai budaya material masyarakat Sasak.