MEMPERLUAS KEMAMPUAN BERETORIKA MAHASISWA MENUJU LINGUISTIC ENTREPRENEURSHIP: STUDI KEBUTUHAN DAN IMPLIKASINYA

Main Article Content

Rika Kustina
Andoyo Sastromiharjo
Dadang S. Anshori
Yeti Mulyati

Abstract

Kompetensi retorika semakin diakui sebagai komponen penting dalam perguruan tinggi karena mahasiswa dituntut untuk berkomunikasi secara efektif dalam lingkungan akademik, profesional, maupun digital. Namun, pembelajaran retorika di banyak konteks pendidikan masih berfokus terutama pada keterampilan berbicara persuasif, sementara kapasitas komunikasi yang lebih luas terkait evaluasi diri, jejaring, penciptaan peluang, dan penciptaan nilai masih kurang dikaji. Penelitian ini bertujuan memperluas kemampuan beretorika mahasiswa menuju linguistic entrepreneurship melalui studi kebutuhan retorika mahasiswa dan implikasinya terhadap pengembangan pembelajaran. Penelitian menggunakan metode campuran. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner kepada 28 mahasiswa dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan 10 mahasiswa. Temuan kuantitatif menunjukkan tingkat kompetensi retorika mahasiswa berada pada kategori sedang pada dimensi ethos, pathos, dan logos, dengan logos sebagai dimensi terlemah. Mahasiswa menyatakan kebutuhan tinggi terhadap argumentasi logis, praktik debat, komunikasi strategis, dan penyampaian gagasan yang menciptakan nilai. Analisis tematik terhadap data wawancara menunjukkan bahwa mahasiswa secara aktif mengevaluasi dan memperbaiki strategi komunikasi mereka, menyesuaikan gaya komunikasi di berbagai platform digital, serta memandang komunikasi sebagai sarana untuk menciptakan peluang dan nilai. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa membutuhkan pengalaman belajar retorika yang tidak hanya mengasah keterampilan berbicara, tetapi juga mengembangkan kapasitas komunikasi strategis untuk kepemimpinan, jejaring, dan penciptaan nilai. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya dirumuskan model pembelajaran retorika yang responsif terhadap kebutuhan tersebut, sekaligus memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi strategis di era kompetisi global. 

Article Details

Section
Articles