NIRAKSARA DI ERA ALGORITMA: MENGUJI KETAHANAN SASTRA INDONESIA DI TENGAH BADAI INFORMASI GLOBAL
Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi digital dan algoritma media sosial telah mengubah pola produksi, distribusi, dan konsumsi karya sastra di Indonesia. Fenomena ini memunculkan tantangan baru berupa derasnya arus informasi global yang berpotensi menggeser eksistensi sastra Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi lahirnya bentuk-bentuk kreativitas baru. Artikel ini bertujuan menganalisis ketahanan sastra Indonesia di era algoritma dengan menelaah pengaruh sistem rekomendasi digital terhadap keberlanjutan nilai-nilai sastra, identitas budaya, serta perilaku literasi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, laporan penelitian, serta sumber-sumber akademik yang membahas sastra digital, budaya digital, literasi, dan algoritma media. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi bentuk adaptasi, tantangan, dan strategi penguatan sastra Indonesia di tengah ekosistem digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media digital cenderung mengutamakan konten yang memiliki tingkat interaksi tinggi sehingga karya sastra yang bersifat reflektif dan bernilai estetis sering kali kurang memperoleh ruang eksposur. Meskipun demikian, sastra Indonesia menunjukkan daya tahan melalui transformasi ke berbagai platform digital, munculnya komunitas literasi daring, serta pemanfaatan media sosial sebagai ruang apresiasi dan diseminasi karya. Ketahanan sastra tidak hanya ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, tetapi juga oleh penguatan literasi digital, dukungan ekosistem pendidikan, dan kebijakan kebudayaan yang mendorong pelestarian nilai-nilai lokal. Dengan demikian, era algoritma tidak semata-mata menjadi ancaman, melainkan juga peluang strategis untuk memperluas jangkauan dan relevansi sastra Indonesia di tingkat global.