ANALISIS KESESUAIAN PRAKTIK PEDAGOGIS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TERHADAP PRINSIP DEEP LEARNING (MINDFUL LEARNING, MEANINGFUL LEARNING, DAN JOYFUL LEARNING)
Main Article Content
Abstract
Pembelajaran Bahasa Indonesia perlu menghadirkan pengalaman belajar tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga membangun kesadaran, makna, dan keterlibatan peserta didik dalam setiap proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian praktik pedagogis pembelajaran Bahasa Indonesia dengan prinsip Deep Learning yang meliputi mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMP Batik Surakarta. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semiterstruktur, analisis modul ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan dokumen asesmen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan praktik pedagogis guru Bahasa Indonesia memperlihatkan kesesuaian dengan prinsip Deep Learning. Prinsip mindful learning diwujudkan melalui praktik yang membangun kesadaran peserta didik terhadap tujuan, proses belajar, dan refleksi; meaningful learning tampak melalui pengaitan materi dengan pengalaman berbahasa, diskusi, interpretasi teks, serta penerapan pengetahuan dalam berbagai aktivitas berbahasa; sedangkan joyful learning diwujudkan melalui terciptanya lingkungan belajar yang aman, pemberian umpan balik yang membangun, dan partisipasi aktif peserta didik dalam kegiatan menyimak, membaca, berdiskusi, mempresentasikan, dan menulis. Ketiga prinsip tersebut saling terintegrasi dalam membentuk pembelajaran Bahasa Indonesia yang reflektif, kontekstual, partisipatif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini memberikan bukti empiris kesesuaian praktik pedagogis pembelajaran Bahasa Indonesia dengan prinsip Deep Learning serta dapat menjadi rujukan bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna sesuai arah kebijakan Pembelajaran Mendalam.