PENGEMBANGAN KOMPETENSI KOMUNIKASI INTERKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING MELALUI TEKS MULTIMODAL
Main Article Content
Abstract
Pengembangan dimensi dan kompetensi interkultural dalam pembelajaran bahasa melibatkan proses belajar yang menekankan pemberian pengalaman belajar bagi pemelajar BIPA untuk memiliki kompetensi interkulktural sehingga dapat berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda budaya. Kompetensi interkultural ini juga bertujuan menyiapkan pemelajar BIPA untuk memahami dan menerima orang-orang dari berbagai budaya yang berbeda sebagai individu dengan perspektif, nilai budaya, dan perilaku yang berbeda pula. Lebih lanjut, dengan kompetensi interkultural ini, pemelajar BIPA diharapkan semakin memperkaya pengalaman mereka dalam interaksi lintas budaya. Proses peningkatan kompetensi interkuktual ini dapat dilakukan dengan mengintegrasikan teks multimodal dalam berbagai keterampilan berbahasa seperti membaca dan memirsa, menyimak, berbicara dan mempresentasikan, serta keterampilan menulis. Multimodalitas dalam pembelajaran BIPA ini dikembangkan sebagai realisasi pembelajaran BIPA berazaskan budaya dan diberdayakan dengan perkembangan teknologi digital. Proses ini dilakukan untuk meningkatnya kompetensi komunikasi interkultural dan literasi multimodal melalui berbagai teks multimodal. Literasi dalam pemahaman terdahulu yang hanya sebatas pada kemampuan seseorang dalam memahami dan memaknai teksteks yang dibaca dan ditulis sekarang berkembang ke arah literasi interkultural yaitu kemampuan memahami, memaknai, dan memproduksi teks budaya berbasis multimodal. Pengembangan model pembelajaran ini diarahkan untuk pencapaian kompetensi komunikasi interkultural melalui model pembelajaran BIPA berbasis multimodal yang merupakan proses pemaknaan yang dibuat, didistribusikan, diterima, diinterpretasi, dan dibuat ulang melalui berbagai moda representasi dan komunikasi. Pemelajar dikatakan literat secara budaya bila mampu memahami, menganalisis, mengevaluasi dan berkomunikasi, serta berinteraksi dengan berbagai sumber multimodal untuk mewujudkan kompetensi interkultural mereka.