TRANSFORMASI KESANTUNAN BERBAHASA GENERASI DIGITAL: PENGUATAN NILAI-NILAI BAHASA INDONESIA DALAM KOMUNIKASI GLOBAL
Main Article Content
Abstract
Transformasi komunikasi digital telah mengubah cara generasi digital menggunakan bahasa dalam membangun hubungan sosial, menyampaikan pendapat, dan berinteraksi dalam lingkungan yang semakin global. Perubahan tersebut tidak hanya melahirkan bentuk komunikasi yang lebih ringkas, fleksibel, dan multimodal, tetapi juga menimbulkan tantangan terhadap keberlanjutan nilai-nilai kesantunan Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan arah transformasi kesantunan berbahasa generasi digital, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta merumuskan penguatan nilai-nilai Bahasa Indonesia yang relevan bagi komunikasi digital dan global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis wacana pragmatik digital. Data berupa tuturan tertulis berbahasa Indonesia dalam interaksi digital yang dipilih secara purposive berdasarkan keberadaan tindakan komunikatif dan konteks yang memungkinkan analisis kesantunan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital, dokumentasi, dan pencatatan, sedangkan analisis dilakukan melalui identifikasi tindak tutur, strategi kesantunan, konteks sosial, karakteristik media, dan pola transformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan generasi digital mengalami pergeseran dari kesantunan berbasis formalitas menuju kesantunan yang lebih kontekstual, relasional, multimodal, dan adaptif. Transformasi juga ditandai oleh penggunaan bentuk bahasa ringkas, strategi mitigasi, emoji dan unsur digital lainnya, serta penyesuaian bahasa berdasarkan kedekatan sosial dan perbedaan budaya. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian mengembangkan konsep Digital Politeness Literacy (DPL) yang mengintegrasikan kesadaran pragmatik, relasional, multimodal, lintas budaya, dan etis. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan bahasa Indonesia dalam komunikasi global perlu diarahkan bukan pada pembakuan bentuk semata, melainkan pada pengembangan kompetensi generasi digital untuk menggunakan Bahasa Indonesia secara santun, adaptif, inklusif, dan bertanggung jawab.