SASTRA HIJAU DI KELAS: PENDAMPINGAN MENULIS PUISI DIGITAL BERTEMA HUTAN TROPIS LEMBAP BAGI SISWA SMA

Main Article Content

Sri Hadijati

Abstract

Pembelajaran puisi di SMA perlu memberi ruang bagi siswa untuk mengalami bahasa, mengolah perasaan, dan menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan. Makalah ini mendeskripsikan praktik pendampingan menulis puisi digital bertema hutan tropis lembap bagi siswa SMA sebagai upaya menguatkan literasi sastra, literasi digital, dan kepekaan ekologis. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis praktik pendampingan yang dilaksanakan di SMA Negeri 16 Samarinda. Data diperoleh dari catatan pelaksanaan kegiatan, dokumentasi proses, draf dan hasil revisi puisi siswa, serta produk antologi digital. Pendampingan dilakukan melalui tahap perencanaan, pelatihan dasar penulisan puisi, pengenalan tema hutan tropis lembap dengan metode Lihat-DengarRasakan, penulisan draf, bimbingan luring dan daring, diskusi karya, revisi, penyusunan antologi digital, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan bertahap membantu siswa menemukan ide, memperkaya diksi, membangun citraan, serta memahami bahwa puisi dapat berangkat dari pengalaman yang dekat dengan hidup mereka. Produk akhir berupa antologi puisi digital menjadi ruang publikasi dan apresiasi karya siswa. Sisi humanistik tampak pada penghargaan terhadap suara siswa, pemberian umpan balik yang tidak menghakimi, dan cara memandang alam sebagai ruang hidup yang berkaitan dengan martabat manusia. Dengan demikian, pendampingan puisi digital bertema hutan tropis lembap dapat menjadi praktik pembelajaran sastra yang kreatif, kontekstual, dan relevan dengan penguatan peran Bahasa Indonesia di ruang digital. 

Article Details

Section
Articles