LITERASI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI ERA DIGITAL: DARI SASTRA SIBER MENUJU PEDAGOGI KRITIS-KULTURAL
Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mentransformasi cara masyarakat mengonsumsi dan mempelajari bahasa serta sastra Indonesia, bergeser dari buku cetak menuju platform siber seperti komik web dan puisi media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tantangan literasi digital, mengidentifikasi potensi sastra siber dalam pendidikan, serta merumuskan strategi pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi tanpa mengikis identitas budaya nasional. Menggunakan metode kualitatif melalui kajian literatur dan analisis dokumen, hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun media digital meningkatkan aksesibilitas membaca dan ekspresi kreatif, limpahan informasi berisiko memicu kebiasaan membaca dangkal (skimming) serta menurunkan keterampilan berpikir kritis. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan model Pedagogi Kritis-Kultural. Melalui pendekatan ini, sastra siber diintegrasikan ke dalam pembelajaran di kelas untuk mengasah pemikiran kritis siswa lewat analisis media dan proyek kreatif, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter serta kearifan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan literasi digital tidak ditentukan oleh kecanggihan gawai yang digunakan, melainkan pada kearifan pemanfaatan teknologi untuk memupuk daya pikir kritis siswa tanpa mencabut mereka dari akar budayanya.