PENGUATAN LITERASI DIGITAL DI KALANGAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PEMBELAJARAN ABAD KE-21

Main Article Content

Syofiani
Ineng Naini
Sumaryati

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara peserta didik mengakses, memproduksi, dan mendistribusikan informasi. Di satu sisi, kemajuan teknologi memberikan peluang besar bagi peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi di sisi lain juga menghadirkan berbagai risiko seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, pelanggaran privasi, dan rendahnya kemampuan evaluasi informasi. Oleh karena itu, penguatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai generasi yang tumbuh dalam lingkungan digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi, dimensi, strategi, serta tantangan penguatan literasi digital di kalangan siswa SMA. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan terkait literasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan literasi digital perlu mencakup aspek akses informasi, evaluasi informasi, etika digital, keamanan digital, kreativitas digital, dan kolaborasi digital. Implementasi penguatan literasi digital dapat dilakukan melalui integrasi dalam kurikulum, pembelajaran berbasis proyek, penguatan budaya sekolah digital, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, bertanggung jawab, dan beretika dalam ruang digital. 

Article Details

Section
Articles